Sejarah Kucing Sphynx Tanpa Bulu yang Lucu

Sejarah Kucing Sphynx Si Gundul Yang Eksotik Merupakan kucing tampa bulu yang eksotik nah bagi anda para pecinta kucing, anda pasti sangat ingin memiliki kucing cantik ini, menurut dari beberapa situs terpercaya, harga kucing sphynx juga tergolong kedalam kucing termahal di dunia hingga saat ini.

Kucing ini juga cukup dikenali di indonesia, apa lagi setelah kucing ini di kenalkan oleh aktor, sutradara, stand up, penulis, youtuber entah apa lagi propesi yang di lakoni masih banyak lagi, iyak tepat sekali kucing ini dikenali oleh RADITYA DIKA, dan juga artis kondang uya kuya juga memelihara jenis ras kucing ini.

Nah pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang Kucing Sphynx, sebelum kita lebih jauh mengulas tentang kucing ini, apakah pernah  terfikirkan oleh anda dari mana asal usul dari kucing ini ? jika anda berfikit bahwa kucing sphynx berasal dari mesir kuno yang mana menginggat dari namanya sphynx nama ini sama dengan nama patung singa yang berkepala manusia peninggalan mesir kuno.

Maka yang ada dalam pikiran anda itu salah, berikut ini penjelasannya. Wujut kuno yang ada pada kucing sphynx adalah hasil dari ulah manusia yang menyeleksi perkawinan dengan kombinasi ginetik yang unik.

Menut sumber terpercaya yaitu French breed standard, sphynx tergolong sebagai jenis kucing yang mempunyai sifat setengah dari sifat anjing, kera, kucing, dan juga setengah dari sifat manusia, nah hal ini didasarkan dari beberapa kemiripan tingkahlaku khusus sphynx dengan beberapa hewan lainnya, terlepas dari kesan wajahnya yang agak sedikit sangar dan jiuga garang,  kucing yang berbentuk extrovert. Namun, ia adalah kucing yang cerdas, rasa menginginkan tahunya besar.

Bentuk sphynx yang sangat eksotik sebenarnya bukan berasal dari jenis ras kucing yang  benar benar tidak mempunyai bulu/hairless, keunikan bentuk sphynx awalnya berasal dari ketidak sengajaan dan malah selanjutnya dibudidayakan terus oleh para pembibitnya. Karakter hairless pada sphynx, umumnya dipicu oleh satu diantara beberapa gen yang bersifat resesesif.

Bahkan juga ada beberapa peneliti menyebutnya sebagai kelainan genetik dengan ciri khas yang spesifik. Apabila satu ekor kucing sphinx dikawinkan dengan type jenis kucing yang mempunyai bulu, maka 25% dari anaknya bakal akan membawa karakter  dari jenis sphynx yang tidak memiliki rambut, walau 50% keturunannya yang lain juga membawa separuh dari jenis gen itu, penampakan karakter hairless cuma bakal di turunkan pada anak kucing yang mempunyai sepasang gen dari jenis itu.

Asal usul Kucing Sphynx

Kucing Sphynx

Kucing Sphynx

Awalnya Jenis kucing sphynx bukan lah jenis dari  kucing hairless, dulu di New Mexican juga diketemukan type kucing yang sama pada th. 1904,  Mexican hairless, kucing ini datang dari indian, di daerah sekitaran Alburqueque. Tetapi sayangnya, tak ada kisah perkembangbiakannya kemudian. Breed sphinx yang di kenal sekarang ini mulai diperkembang biakkan pada th. 1978.

Sepasang kucing local yang umumnya ada di pertanian punya Ethelyn Pearson melahirkan seekor kucing hairless yang dinamakan Epidermis, lalu kucing ini dijodohkan dengan kucing yang  sama bernama dermis. Lalu, sepasang kucing hairless itu dibeli oleh seseorang breeder kucing dari Oregon, Kim Mueske. Breeder berikut yang lalu memulai pembibitan kucing hairless yang populer dengan type sphynx

Satu hal lagi yang unik dari kucing Sphynx, kucing yang eksotik ini memiki behavior yang mengasyikkan, energik, terbuka, serta setia pada yang memiliki, bahkan juga kucing sphynx umumnya bakal menyongsong tuannya di depan pintu, dia juga dapat begitu ramah pada orang asing, karakter berikut yang jadikan sphynx juga dimaksud separuh anjing.

Walau banyak yang menyebutkan sphynx hasil mutasi genetic, hairless cat satu ini tak kekurangan pengagum, bahkan juga walau mesti merawatnya ekstra hati-hati dengan perhatian spesial, beberapa penggemar kucing tetaplah kagum pada wujudnya yang eksotik.

Perawatan Kucing Sphynx

Kucing Sphynx

Lantaran tak mempunyai rambut yang menolong kulit melindungi suhu badan, kucing sphynx baiknya tidaklah terlalu lama ada di bawah cahaya matahari. Bila kerap ditempatkan diluar tempat tinggal, bisa berlangsung masalah penyakit seperti ruam-ruam terbakar matahari, masalah kulit, sampai kanker kulit.

Selain itu si unik sphynx harus juga dimandikan dengan cara teratur, untuk kurangi timbunan keringat serta kotoran yang mengendap di permukaan kulit lantaran tak ada rambut-rambut yang menyerapnya.

bila hal semacam ini tak di perhatikan oleh pemiliknya maka penyakit iritasi kulit kucing riskan berlangsung. Sewaktu musim dingin juga, sphynx baiknya di beri pakaian hangat untuk stabilisasi suhu normal badannya. Sang pemilik harus memberi perhatian spesial di beberapa hal seperti pada Anak kucing sphynx yang riskan terserang infeksi saluran pernapasan lantaran tak mempunyai bulu, jadi baiknya bila kamu ingin mengambil kucing sphinx pastikan kucing ini berumur kurang lebih 12 minggu, untuk mengurangi tingkat stress serta kemungkinan infeksi agen penyakit.

Alergi Rambut Kucing pada manusia, semakin  kronis bila menyentuh kucing sphynx. Sesungguhnya penyebabnya alergi itu tidaklah rambut kucing tersebut. Allergen/penyebabnya alergi sebenarnya yaitu protein bernama Feld1, datang dari kelenjar ludah serta keringat.

Lantaran sphynx typekucing hairless, saat ia menjilati badannya protein itu bakal mengendap di kulitnya yang gundul dengan jumlah yang banyak, tidak sama dengan kucing memiliki rambut, allergen itu bakal menebar pada rambut kucing yang tidak tipis. Bila kamu menyayangi kucing sphynx dirumah berilah perhatian yang cukup.

Demikianlah  informasi dari mengenai Mengenal Sejarah Kucing Sphynx Si Gundul Yang Eksot, semoga bisa memberikan manfaat dan memudahkan Anda dalam merawat kucing anda tentunya, dan bisa menambahkan wawasan anda. Terimakasi

 jual kucing sphinx murah,kucing sphynx harga,kucing sphynx palsu,harga kucing sphynx raditya dika,kucing tanpa bulu raditya dika,harga kucing sphynx 2016,kucing peterbald,harga kucing sphynx tergantung kualitas

Sejarah Kucing Sphynx Tanpa Bulu yang Lucu | M rian saputra | 4.5
/* */